Artikel
Di Balik Sepikat Kangkung: Produktivitas Ibu-Ibu Sawah Ngampel
Senin, 28 Juli 2025, pemandangan menarik terlihat di persawahan Dusun Karangpilang, Desa Ngampel. Beberapa ibu tampak duduk di pematang sawah sambil membersihkan kangkung yang baru dipanen. Dengan tangan terampil, mereka memilah daun tua, membuang rumput liar, dan merapikan batang sebelum diikat menjadi sayur siap jual.
Kegiatan ini bukan sekadar bersih-bersih. Ini adalah bagian penting dari proses budidaya kangkung. Di tahap awal, pembersihan dilakukan untuk menyingkirkan gulma dan rumput liar agar tanaman tumbuh subur dan tidak berebut nutrisi. Sementara saat panen, proses pembersihan berguna untuk menyortir daun rusak, membuang lumpur, dan menata tampilan sayur agar lebih menarik di pasar.
Kegiatan seperti ini telah menjadi bagian dari keseharian petani, terutama ibu-ibu yang berperan penting dalam mengolah hasil panen. “Kalau dari sawah langsung dijual tanpa dibersihkan, sayurnya cepat busuk dan kadang nggak laku. Tapi kalau rapi begini, cepat habis di pasar,” tutur salah satu ibu sambil merapikan ikatan kangkung di tampah bambu.
Kangkung dikenal sebagai sayuran cepat panen, hanya sekitar tiga sampai empat minggu sejak tanam. Karena itu, proses perawatan seperti penyiangan dan pembersihan hasil panen menjadi aktivitas rutin yang tak bisa dilewatkan. Pembersihan ini juga memudahkan pembeli karena tak perlu repot membersihkan ulang di rumah.
Bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini membuka pandangan baru tentang nilai kerja keras yang sering luput dari perhatian. “Melihat ibu-ibu membersihkan kangkung satu per satu di tengah sawah membuat saya sadar, bahwa sesuatu yang terlihat sederhana di meja makan, ternyata melewati proses panjang yang penuh ketekunan. Ini bukan hanya tentang bertani, tapi tentang menjaga kualitas hidup dari hal yang paling dasar: makanan,” ungkap Chikita, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Gresik.
Melalui aktivitas sederhana ini, kita diajak melihat sisi lain dari kerja keras ibu-ibu di desa. Mereka tidak sekadar menanam. Mereka juga memastikan hasil panennya bersih, segar, dan siap dikonsumsi. Hal ini menunjukkan bahwa peran perempuan di sektor pertanian sangat penting dan tidak bisa dipandang sebelah mata.
Desa Ngampel, dengan tanahnya yang subur dan masyarakatnya yang ulet, terus menunjukkan potensi besar di bidang pertanian. Lewat tangan-tangan terampil para ibu, sepikat kangkung tak hanya menjadi sayur biasa, tetapi juga cerminan dedikasi dan ketekunan petani desa yang patut diapresiasi.
Penulis:
Tim KKN 15 Reguler 2025
Universitas Muhammadiyah Gresik
Desa Ngampel, Balongpanggang, Kabupaten Gresik


Tim Voli "Oreo Ngampel" Raih Kemenangan Gemilang di Desa Brangkal
Penerbitan Sertifikasi Halal di Desa Ngampel: Wujud Dukungan untuk Pelaku UMKM
Trial Pembuatan Briket Jerami: Dari Sawah Hingga Proses Pencetakan
Dari Hobi hingga Cita-Cita Unik, Siswa SDN 133 Ngampel Asah Public Speaking Lewat Bahasa Inggris
Mahasiswa KKN Gelar Perlombaan Malam, Warga Ngampel Penuh Antusias
Kolaborasi Mahasiswa KKN dengan Karang Taruna Dusun Karangpilang dan Kedondong
Demonstrasi Pembuatan Jamu Jahe dan Temulawak, Warga Ngampel Antusias Belajar
SEKOLAH KEJAR PAKET GRATIS
Kejurnas Bola Volly Junior
Pelatihan Penanggulangan dan Mitigasi Bencana Alam Bersama BPBD Kabupaten Gresik
"Desa Ngampel Ikut Lomba Vlog Vidio Parodi Surat Digital: Dukung Nawakarsa Bupati Gresik"
"Inovasi POEDAK: Pelayanan Kependudukan Desa Ngampel Lebih Mudah!"
Tasyakuran Sedekah Bumi Dusun Karangpilang Desa Ngampel: Pagelaran Wayang Kulit Ki Dalang Puguh Pras
Menyongsong Program Proiritas NAWA KARSA desa SIAP se Kecamatan BAlongpanggang
Sosialisasi Budgeting Rumah Tangga dan Pelatihan UMKM: Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Desa Ngampel
Tradisi Rewang Jadi Media Pembelajaran Mahasiswa KKN di Desa Ngampel
Posyandu Balita di Desa Ngampel,: Kolaborasi Bidan, Kader, dan Dinas Kesehatan untuk Generasi Sehat
Senam Sehat di Dusun Karangpilang, Wujud Kebersamaan Mahasiswa KKN dan Warga
MENUJU DIGITALISASI DESA